Golongan mana yang berhak menfsirkan Al-Qur’an

20 01 2009

GOLONGAN MANA YANG BERHAK MENAFSIRKAN AL QURAN?

OUR WORK PROMOTES NONVIOLENCE, THE PEACEFUL SOCIETY,PROSPERITY, NONE DISCRIMINATION, JUSTICE FOR ALL AND FREE EXPRESSION

Oleh Latifabdul
بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Bismilahirrahmanirrahiim

Menyilami Rahasia2 ALLAH dalam al quran sangat menarik perhatian saya bertahun2, saya menemukan tentang “SIAPA YANG BERHAK/ YANG BENAR MENAFSIRKAN AL QURAN, SETELAH RASULULLAHA SAW WAFAT?”

Saya yakin anda baru pertama kali mengetahui rahasia ALLAH ini. Semoga kita kembali kejalan ALLAH yang lurus.

Siapa yang berhak menafsirkan ayat2 ALLAH yang tertulis dalam al Quran, setelah Rasul dan sahabat2 meninggal dunia kira2 1400 tahun yang lalu?

Apakah dari golongan keluarga darah Nabi(syiah), atau dari sahabat2 Nabi(sunni)?

Karena ulama2 kita Indonesia,banyak yang menuntut ilmu agama dari Saudi Arabiya, sudah tentu mengatakan bahwa tafsiran yang benar adalah dari ulama2 Saudi Arabia.Bukankah demikian?

Apakah tafsiran dari ulama2 Wahhabi itu; seperti tafsiran Ibnu Kathir,At-Tobary,Imam As-Suyuty ,Al-Baghowy dll 100% benar, apakah bisa Ibnu Kathir Cs itu menjadi jaminan kebenaran? Apakah tafsiran2nya sukses membawa umat islam Arab menjadi umat rahmatan lil’alamin?

Kalau tidak, berarti ada penyimpangan2 dari jalan yang lurus,jalan yang benar dari ALLAH swt.Ini POINT nya.

Apakah tidak sebaiknya kita membanding bandingkan dengan tafsiran2 dari golongan2 islam yang lain untuk mencari kebanaran yang hakiki? Karena kedua golongan islam ini adalah yang terbesar dan tertua.

Kita bangsa Indonesia,seharusnya bijak sana, jangan belajar seperti orang buta, apa yang di dengar lasung diterima 100% benar. Sedangkan disana ada lagi tafsiran2 yang berbeda sebanyak golongan islam.Dari golongan sunni wahhabi,salaf, sufi,NU,Arqam,Ahmadiyah ,Muhamadiyah,daraul tauhid,libral,moderat,Radikal dll.

Rasulullahsaw bernasehat;
Nanti diakir zaman umat islam terpecah belah menjadi 73 golongan. Siapa yang benar menafsirkan al Quran akan mendapat pahala 2,dan yang salah mendapat 1.

Kemudian ALLAH memperingatakn dlm al Quran,bahwa semua golongan2 islam itu adalah bersaudara.QS.49:10.

Jadi kalau begitu nesehat dari Rasulullah saw. maka setiap ulama2 dari bermacam golongan islam berhak menafsirkan ayat2 ALLAH sesuai dgn hidayah yang diterimanya dari ALLAH.Setujukan anda demikian?

Kalau sekiranya golongan syiah dari keluarga Nabi yang berhak menafsirkan ayat2 ALLAH, dan yang lain tidak dibenarkan, sudah tentu golongan sunni dan dll,akan keberatan bukan?

Agar terjadi keadilan dan kedamaian antara golongan2 islam,maka setiap golongan diberikan kemerdekaan untuk menafsirkan al quran, dan saling hormat menghormat dan saling berlomba lomba berbuat kebajikan untuk mencapai masarakat rahmatan lil’alamin.

Masarakat Nasrani, sudah sadar bahwa dulunya yang berhak menafsirkan Injil adalah golongan Katolik saja,akirnya terjadi peperangan dgn golongan Protestan yang memakan korban jutaan manusia.

Sekarang setiap sekte2 Kristen merdeka menafsirkan ayat2 Injil,terserah sama masarakat untuk memilihnya sesuai dengan keyakinan masing2.Mereka dapat hidup dengan penuh kedamaian dan harmonis.

Dari pengamatan saya banyak pemuda2 islam Indonesia yang tertarik memakai tafsiran2 dari Saudi misalnya dari Ibnu Kathir dll.

Kenapa mereka tertarik ada beberapa hal;
1.karena mereka belajar dari ulama2 Wahhabi Saudi.
2.karena islam bersumber dari Saudi.
3.karena negara Saudi adalah negara Islam.
4.karena setiap tahun umat islam menunaikan Hajjji.
5.karena pintar bahasa arab.

Saya kira berpikir seperti ini mudah tersesatkan,kita harus kritis kepada ulama2 Saudi atau Arab.Kenapa?

1. karena sampai hari ini negara2 Arab gagal membawa umat islam menjadi umat Rahmatan lil’alamin.
2. karena masarakatnya hidup tidak damai,sering terjadi penindasan terhadap rakyatnya yang berbeda keyakinan agama.
3. karena lemah ekonomi,technologi dan pertahanan agama dan bangsa.
4. Terakir karena ulama2 wahhabi dan King Suud berkerja sama dengan Inggeri mengusir kerajaan islam Turky dari Saudi.
Jadi ada kemungkinan pengaruh2 dari kerajaan Inggeris dlm menafsirkan al quran sangat kuat.
Kelihatan Ulama2 wahhabi ingin kembali kepada ajaran ASLI yang dibawa Nabi,kembali kepada zama Unta.

Kembali kepada ajaran Tauhid dan meninggalkan dakwah science, technologi dan ekonomi.Dan mejauhi Bid’ah, artinya menjauhi mengikuti budaya Barat yang Modren yang tidak di lakukan oleh nabi;misalnya alat2 modren,TV,tephone,mobil dll yang bisa melalaikan umat islam, dari keimannya.

Bangsa penjajah Inggeri senang dan menyokong sekali dgn fatwa ulama2 ini.Agar mereka tetap mengusai ekonomi umat islam sampai hari ini.Ini point kesalahan mereka yang menyimpang dari jalan yang lurus,jalan ALLAH swt

Kita sama sama yakin, bahwa ajaran islam itu PASTI membawa umat islam yang BERJAYA, umat teladan, umat rahmatan lil’alamin, dan sudah pernah berjaya dulunya,
dimana orang2 Barat belajar ilmu,science,Fhisika,aljabar dll dari Arab.Bukankah demikian.Silakn buka site ini sebagai bukti; http://latifabdul.multiply.com/journal/item/113

Jadi kalau ulama2 Arab pada umumnya tidak sukses membawa umat islam menjadi umat rahmatan lil’alamin, maka saya berkesimpulan, bahwa tafsiran2 al quran dan hadits dari Saudi dan Arab lain2nya TERDAPAT PENYIMPANGAN2 yang perlu kita koreksi dengan teliti.

BEBERAPA CONTOH SAJA YANG BERBEDA DGN AHLI2 TAFSIR DARI INDONESIA Dr.Quraish Shihab Cs.

Tafsiran dari ulama2 wahhabi,status kuo;
1.wanita2 Saudi berpakain Niqab, semua muka tertutup.
2.wanita2 keluar rumah harus ditemani dgn mahramnya.
3.wanita2 dilarang bekerja di kantor ber-sama2 laki2.
4.wanita2 dilarang menyopir mobil.
5.wanita2 dilarang bercelana/ blue jin dll
6.laki laki harus berpakaian putih longgar
7.laki laki harus berjenggot dan berjubang
8.dll

Kalau kita amati tafsiran dari Dr. Quraish Shihab seorang ahli tafsir dari Indonesia,mulai menobrak tafsiran klasik ulama2 Saudi.
–wanita tidak diwajibkan berjilbab atau niqab.
–wanita boleh keluar rumah tanpa mahramnya
–wanita boleh berkeja bersama sama laki laki.
–wanita boleh menyopir mobil.
–laki laki tidak wajib berjenggot
–laki laki tidak wajib berpakaian putih longgar.
–dll

Masih banyak lagi contoh2 perbedaan menafsirkan ajaran2 islam yang bersumber dari Al quran dan hadits.Seperti;
— Bunga Bank (Definisi riba yang berbeda beda.)
— minum alkohol.
— ayam atau sapi potongan orang2 nasrani
— mengucapkan selamat Natal kepada teman2 nasrani dll
— bersahabat dengan umat non islam
— menuntut ilmu kepada bangsa kafir
— definisi tentang Bid’ah
— dll.

Timbul pertanyaan kepada diri kita masing2 bukan?
Tafsiran siapakah yang benar siapa yang sesat?

Kalau kita saling tuduh menuduh,maka yang akan terjadi adalah permusuhan sesama muslim dan sangat merugikan sekali.

Mari kita lihat peringatan dari ALLAH,ALLAH menjelaskan bahwa Dialah saja yang menentukan siapa2 yang sesat dan ALLAH lah yang nanti menghizabnya di akirat. ALLAH Maha Adil dan Maha Bijaksana.

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah* dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. An Nahl: 125).

Kalau ALLAH sudah memperingatakn kita seperti diatas tersebut,maka seyokyanyalah ulama2 yang berbeda menfsirkan al quran dan hadits2 saling hormat menghormati dan saling ingat mengingatkan saja. Tidak boleh dipaksakan kebenaran kita kepada orang lain, Dan keyakinan orang lain,yang berbeda dgn kita janganlah di anggap musuh atau ancaman dll

Dengan mentaati perintah ALLAH itu saya yakin sekali umat islam yang terdiri dari gololongan2 seperti umat Nasrani dapat pula hidup berdampingan dengan penuh kedamaian. Barulah waktu dan energy umat islam dapat dicurahkan untuk membangun ekonomi umat islam yang sudah tertinggalan dari umat nasrani dan budha.

Kesimpulan saya:
Siapa yang dapat membawa umat islam menjadi berjaya kembali,umat teladan,umat rahmatan lil’alamin,maka tafsiran dialah yang benar.

Siapa yang gagal membawa umat menjadi umat berjaya,umat rahmatan Lil’alamin,maka tafsiran dia adalah salah.(bukan semua yang salah, ada yang salah)

Golongan mana yang sukses dari sekian golongan umat islam yang sukses baik dalam akhlanya,maupun kuat ekonominya? Golongan itulah yang benar menafsirkan al Quran dan hadits2.Silakan anda perhatikan dari sekian banyak golongan2 islam di Indonesia.

Setujukah anda semua?
can we do that?
Yes we can
yes we can
yes we can

Wasalamu’alaikum wrwb

Marilah kita sharing ilmu,berdiskusi secara islami,santun, dengan hikmah,semoga banyak bermanfaatnya bagi pembaca.

“Serulah(manusia) kepada jalan Robbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.”

“Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka BERTENGKAR.” (Az-Zukhruf:58)


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: