pemanasan Setelah Bangun Tidur cegah nyeri Otot

20 01 2009

Sering para manula merasakan sakit saat bangun dari tidur. Itu bisa disebabkan posisi yang salah ketika akan bangun. Perlu diingat, kualitas otot tulang dan saraf menurun di usia lanjut. Terkadang, hal tersebut terlupakan sehingga para manula segera bangun.

“Biasanya, orang ingin cepat-cepat bangun, apalagi ada telepon berbunyi,” ujar dr Indra Tjahjono SpRM, spesialis rehabilitasi medik RS Spesialis Husada Utama. Padahal, gerakan yang mendadak dan salah sedikit saja pada manula bisa mengakibatkan cedera, mulai ringan sampai berat.

Saat bangun, otot para manula belum siap. “Kontak antara otak dengan otot agak lambat,” paparnya. Maka, perlu ada pemanasan terlebih dahulu. Waktu terbangun, sebaiknya jangan langsung bangun dari tempat tidur. Mulai dengan pemanasan. Pemanasan dapat dilakukan saat badan masih berada di tempat tidur. Posisinya terlentang. Lalu, gerakkan pergelangan kaki ke atas dan bawah. Saat pergelangan kaki digerakkan ke atas, tahan selama sepuluh detik. Ketika bergerak, semua lutut harus lurus.

Setelah pemanasan kaki, masih ada gerakan lain yang perlu dilakukan. “Ingat, jangan langsung bangun,” ujarnya. Kemudian, miringkan badan ke arah akan bangun. Tekuk kedua lutut, lalu arahkan agak ke depan, mendekati pinggir tempat tidur. Itu masih persiapan badan untuk bangun.

Nah, baru setelah itu, bangun perlahan untuk mencapai posisi duduk di tempat tidur. Saat duduk di tempat tidur, luruskan kaki. Tetapi, posisi kaki masih menggantung. Selanjutnya, naikkan lutut sehingga paha bawah lurus dan sama tinggi dengan paha atas. “Tahan gerakan tersebut selama sepuluh detik,” ungkapnya. Lalu, turunkan paha bawah ke posisi semula. Gerakan itu dapat dilakukan beberapa kali.

Sesudah pemanasan selesai, berdiri dari posisi duduk dengan perlahan. “Setelah itu, baru boleh jalan,” terangnya. Semua gerakan tersebut bertujuan mengurangi dan mencegah trauma otot punggung atau lutut. Semua gerakan pemanasan itu dilakukan untuk merangsang otot supaya siap. Dengan demikian, otak dan otot bisa bekerja dengan baik.

Pemanasan juga dilakukan untuk sendi. Latihan awalnya dimulai dengan gerakan mencengkeram tangan. Jelasnya, tangan diluruskan, lalu pergelangan tangan bergerak mencengkeram perlahan. Kemudian, telapak tangan kembali membuka.

Sendi leher dan tangan juga perlu mendapatkan pemanasan. Gerakkan kepala ke depan, tegak, lalu ke belakang. Setelah itu, kepala digerakkan ke samping kanan, tegak, dan ke samping kiri. Selanjutnya, putar kedua bahu mulai ke arah depan terus ke belakang. Lalu putar bahu dari arah belakang ke depan. ”Ya seperti pemanasan biasa,” ujar Indra. Semua gerakan itu diulang masing-masing sebanyak sepuluh kali.

Nah, setelah badan panas lakukan beberapa gerakan berikut. Duduk di sofa lalu berdiri, jalan terus kembali duduk lagi. ”Semua gerakan itu untuk mengurangi dan mencegah trauma otot punggung atau lutut,” kata Indra. Nanti, bila merasa ada gangguan gerak pada sendi yang disebabkan seperti rematik dan pembuluh darah tidak lancar, sebaiknya konsultasi ke dokter.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: