Memahami Lebih Jauh Tes Apgar

22 03 2009

Saat bayi lahir ke dunia, ia harus melalui pemeriksaan pertama kali yang dikenal dengan tes Apgar. Tes ini dilakukan untuk memeriksa kondisi fisik bayi, serta menentukan penanganan lebih lanjut yang mungkin diperlukan.

Tes apgar dikembangkan pertama kali tahun 1952 oleh Virginia Apgar, Apgar sendiri merupakan singkatan dari Activity (denyut otot), Pulse (detak jantung per menit), Grimace (respon refleks), Appearance (warna kulit) dan Respiration (denyut pernafasan).

Tes Apgar biasanya dilakukan dua kali, pertama sekitar satu menit pertama setelah kelahiran dan dilakukan kembali sekitar 5 menit setelah kelahiran. Jika skor nilai yang dihasilkan masih rendah dimungkinkan melakukan tes kembali setelah 10 menit.

Sistem nilai yang dilakukan adalah dengan memberi nilai pada masing-masing unsur antara 0 sampai 2 (pada kondisi terbaik) unsur yang dinilai. Sehingga total nilai terbaik yang diperoleh adalah 10.

Nilai Apgar

Nilai Apgar

2

1

0

Activity

(Denyut Otot)

Aktif dan bergerak spontan

Kaki dan lengan menekuk dengan sedikit gerakan

Tak ada gerakan

Pulse (detak jantung)

Normal (100 per menit)

Di bawah 100 per menit

Nol (tak terasa detak jantung)

Grimace (respons refleks)

Reaksi spontan, bersin atau batuk dengan rangsangan

Gerakan mimik wajah meskipun dengan rangsangan

Tak ada respon setelah rangsangan

Appearance (warna kulit)

Berwarna normal pada seluruh tubuh (telapak tangan dan kaki merah muda/pink)

Berwarna normal (tetapi telapak tangan dan kaki kebiruan)

Kebiruan atau keabu-abuan dan pucat sekujur tubuh

Respiration (denyut napas)

Denyut normal ditandai dengan usaha dan tangisan yang nyaring

Pelan atau tak beraturan dengan tangisan yang lemah

Tak ada denyut sama sekali

Bayi yang menghasilkan skor Apgar di atas 7 dianggap memiliki kondisi adaptasi yang baik dan sehat. Tapi bila nilai awalnya lebih rendah, maka diperlukan tes Apgar ulangan. Sehingga bayi tidak langsung dianggap tidak sehat atau tidak normal.

Hanya saja, nilai lebih rendah ini akan digunakan sebagai acuan awal untuk melakukan penanganan lebih lanjut atau melakukan tindakan medis spesifik yang diperlukan. Misalnya menyedot saluran pernapasan atau membantu dengan selang oksigen untuk membantu bayi bernapas.

Setelah 5 menit pasca kelahiran, tes Apgar dilakukan ulang dan bila skor-nya tidak meningkat sampai angka 7 atau lebih, maka dokter dapat melakukan tindakan medis yang diperlukan dan memantau kondisi bayi dengan lebih seksama.

Bayi yang mengalami problem awal, misalnya memiliki kelainan jantung, paru-paru atau masalah lain yang memelukan perhatian ekstra. Biasanya dengan memberi waktu untuk beradaptasi, bayi akan mampu melewati tes Apgar dengan sendirinya.

Yang penting, orangtua memahami bahwa nilai apgar dikembangkan untuk membantu tenaga medis memonitor kondisi bayi lebih dini. Tes inu juga tidak memprediksi kondisi jangka panjang bayi, tingkah laku, dan perkembangan intelektualnya. Hanya sedikit kasus yang menunjukkan bayi bernilai apgar sempurna pada tes pertama, memiliki skor lebih rendah di tes kedua.

Bila nilai apgar awal bayi Anda rendah, jangan langsung panik sebab normal terjadi pada beberapa bayi. Khususnya pada bayi dari kehamilan berisiko tinggi, melalui operasi bedah atau dari ibu mengalami komplikasi saat melahirkan.

Bayi yang lahir prematur juga kerap memiliki nilai apgar yang rendah, seperti denyut otot yang rendah dan kemampuan bernafas yang lemah, mengingat paru-paru bayi prematur belum mencapai proses pertumbuhan yang sempurna.

Dokter akan segera memberitahu dan menerangkan pada Anda bila ada yang tak beres dengan si bayi, juga kemungkinan penyebab serta tindakan medis yang harus diberikan. Tapi secara mayoritas, bayi yang baru lahir akan mampu melalui awal kehidupan dengan baik.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: