aging proses

12 05 2009

Dimensi Psychological Well-being
Menurut Ryff (dalam Adult Development and Aging, 2002) secara psikologis, manusia memiliki sikap positif terhadap diri dan orang lain. Mereka mampu membuat keputusan sendiri, dan mengatur tingkah laku mereka, serta mereka mampu memilih dan membentuk lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Setiap orang memiliki tujuan yang berarti dalam hidupnya, dan mereka berusaha untuk menggali dan mengembangkan diri mereka semaksimal mungkin. Ryff dalam buku Human Development (2000) juga memberi definisi well-being dalam adulthood dan menunjukkan bagaimana orang dewasa memandang diri mereka sendiri yang berbeda pada beberapa hal di masa adulthood mereka Berikut ini terdapat beberapa dimensi dari Psychological Well-Being dalam skala Ryff:
1. Self-Acceptance
Nilai tinggi: memiliki sikap yang positif pada diri sendiri, menerima diri baik aspek yang positif maupun negatif, memandang positif masa lalu
Nilai rendah: merasa tidak puas terhadap diri sendiri, kecewa dengan masa lalu, ingin menjadi orang yang bebeda dari dirinya saat ini
2. Positive Relation with Others
Nilai tinggi: hangat, merasa puas, percaya berhubungan dengan orang lain; memikirkan kesejahteraan orang lain; memiliki empati, affection dan intimacy; dalam suatu hubungan dapat saling mengerti, memberi, dan menerima.
Nilai rendah: tidak nyaman dekat dengan orang lain, merasa terisolasi dan frustasi jika berhubungan dengan orang lain, tidak bisa terikat dengan orang lain
3. Autonomy
Nilai tinggi: mandiri,mampu mempertahankan diri dari pengaruh luar (tidak konformitas), mampu mengatur diri, mampu mengevaluasi diri
Nilai rendah: terlalu memperhatikan harapan dan evaluasi dari luar, tidak membuat keputusan sendiri (minta bantuan dari orang lain untuk mengambil keputusan penting), konformitas.
4. Environmental Mastery
Nilai tinggi: mampu mengatur lingkungan, mampu mengatur aktivitas luar, mampu memnfaatkan kesempatan yang datang secara efektif, mampu memilih dan menciptakan konteks yang cocok dengan kebutuhan dan nilai personal
Nilai rendah: sulit mengatur kegiatan sehari-hari, merasa tidak mampu untuk mengubah atau memperbaiki lingkungan, mengabaikan kesempatan yang hadir, tidak dapat mengontrol pengaruh dari luar.

5. Purpose in Life
Nilai tinggi: memiliki tujuan hidup, merasakan masa kini dan masa lalu adalah berarti, memiliki keyakinan hidup
Nilai rendah: kurang memiliki keberartian hidup, sedikit memiliki tujuan hidup, tidak menganggap tujuan hidupnya di masa lalu, tidak memiliki keyakinan dalam hidup.

6. Personal Growth
Nilai tinggi: selalu punya keinginan mengembangkan diri, terbuka dengan pengalaman baru, menyadari potensi yang dimiliki, selalu memperbaiki diri dan tingkah laku
Nilai rendah: personal stagnation, tidak dapat meningkatkan dan mengembangkan diri, merasa jenuh dan tidak tertarik dengan kehidupan, merasa tidak mampu untuk mengembangkan sikap atau tingkah laku yang baru.

Faktor-faktor yang mempengaruhi psychological well-being (Andrew and Robinson 1991 dalam skripsi “Gambaran Psychological Well-Being pada Lansia yang terlibat dalam kelompok ‘Kencana’ oleh Endah Puspita Sari (2004) :
a. Faktor kepribadian
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Costa dan McCrae (1980) menemukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kepribadian extroversion dan neurotis dengan psychological well-being
b. Faktor dukungan sosial
Hasil penelitian menemukan bahwa dukungan sosial dari lingkungan sekitar individu akan sangat mempengaruhi psychological well-being yang dirasakan oleh individu tersebut.
c. Faktor pengalaman hidup
Interpretasi individu terhadap pengalaman hidupnya akan berpengaruh pada penilaian individu terhadap kehidupannya secara umum.

Dalam skripsi tersebut juga dijelaskan bahwa kesempatan untuk bertemu dengan teman-teman yang sebaya dapat membuka kesempatan pada individu usia lanjut untuk belajar dari pengalaman hidup individu lain dan menginterpretasikan kembali pengalaman hidupnya sehingga akan membantu indivisu tersebut dalam mengontrol pengalaman emosi positif atau negatif. Dengan memiliki teman, individu usia lanjut akan merasa memiliki dukungan sosial di luar keluarganya, menimbulkan perasaan dihargai dan diinginkan meskipun mereka sudah mengalami kemunduran dan keterbatasan.

Teori Lansia
Usia tua atau sering disebut senescence merupakan suatu periode dari rentang kehidupan yang ditandai dengan perubahan atau penurunan fungsi tubuh, biasanya mulai pada usia yang berbeda untuk individu yang berbeda (Papalia, 2001). Memasuki usia lanjut biasanya dudahului oleh penyakit kronis, kemungkinan untuk ditinggalkan pasangan, pemeberhentian aktivitas atau kerja dan tantangan untuk mengalihkan energi dan kemampuan ke peran baru dalam keluarga, pekerjaan dan hubungan intim (Wolman, 1982). Ada beberapa hal yang dapat digunakan untuk memahami usia tua, antara lain (Papalia dkk,2001):
a. Primary aging
Bahwa aging merupakan suatu proses penurunan atau kerusakan fisik yang terjadi secara bertahap dan bersifat inevitable (tidak dapat dihindarkan).
b. Secondary Aging
Proses aging merupakan hasil dari penyakit, abuse, dan disuse pada tubuh yang seringkali lebih dapat dihindari dan dikontrol oleh individu dibandingkan dengan primary aging, misalnya dengan pola makan yang baik, menjaga kebugaran fisik dll

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh para ilmuwan sosial, ada 3 kelompok older adult yaitu:
a. Young adult
Pada umumya berusia antara 65-74 tahun, biasanya masih aktif, vital dan penuh semangat
b. Old-old
Pada umumnya berusia 75-84 tahun
c. Oldest old
Berusia 85 tahun ke atas, biasanya banyak yang menjadi lemah dan tidak tegas serta mempunyai kesulitan untuk mengatur aktivitas sehari-hari.
Selain itu, ada pengklasifikasian aging berdasarkan fungtional age yaitu seberapa baik fungsi seseorang dalam lingkungan fisik dan sosialnya dibandingkan orang lain yang usianya sama (Papalia dkk, 2001).

Hambatan di Masa Lansia
Masalah Psikologis dan Kesehatan Mental-Spiritual
Faktor psikologis dan juga emosional masih terkait dengan kehidupan Lansia. Dalam buku ”Bunga Rampai Psikologi Perkembangan Pribadi dari bayi sampai lanjut usia” (2001), aspek emosional yang terganggu, kecemasan, apalagi stres berat secara tidak langsung dapat mengganggu kesehatan fisik yang akan berakibat buruk terhadap stabilitas emosi. Pada lansia permasalahan psikologis terutama muncul bila lansia tidak berhasil menemukan jalan keluar masalah yang timbul sebagai akibat dari proses menua. Rasa tersisih, tidak dibutuhkan lagi, ketidakikhlasan menerima kenyataan baru seperti penyakit yang tidak kunjung sembuh, kematian pasangan, merupakan sebagian kecil dari keseluruhan perasaan yang tidak enak yang harus dihadapi lansia. Depresi, post powers syndrom, the empty nest adalah permasalahan yang makin memberatkan kehidupan lansia. Perubahan-perubahan yang terjadi hendaknya dapat diantisipasi dan diketahui sejak dini sebagai bagian dari persiapan masa tua dan hidup di masa tua. Mendekatkan diri pada Tuhan YME, biasanya merupakan gejala menjadi tua yang amat wajar. Keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME merupakan benteng yang ampuh untuk melindungi diri dari ancaman di masa tua.

Beberapa masalah umum yang unik bagi orang usia lanjut (Hurlock, 1980), antara lain :
a. keadaan fisik lemah dan tak berdaya, sehingga harus tergantung pada orang lain
b. status ekonominya sangat terancam sehingga cukup beralasan untuk melakukan berbagai perubahan besar dalam pola hidupnya.
c. Menentukan kondisi hidup yang sesuia dengan perubahan status ekonomi dan kondisi fisik
d. Mencari teman baru untuk menggantikan suami atau istri yang telah meninggal atau pergi jauh atau cacat. Untuk mengatasi masalah ini, panti wreda menawarkan kesempatan yang baik sekali bagi para lanjut usia tersebut
e. Mengembangkan kegiatan baru untuk mengisi waktu luang yang semakin bertambah
f. Belajar untuk memperlakukan anak yang sudah besar sebagai orang dewasa
g. Mulai terlibat dalam kegiatan masyarakat yang secara khusus direncankan untuk orang dewasa
h. Mulai merasakan kebahagiaan dari kegiatan yang sesuai untuk orang yang berusia lanjut dan memiliki kemauan untuk mengganti kegiatan lama yang berat dengan kegiatan yang lebih cocok.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: