Stop Smoke!!!

4 07 2009

Himbauan untuk menghentikan kebiasaan merokok mungkin sudah sangat sering kita dengar, dan kebanyakan dari strategi yang ditawarkan selama ini masih terbatas ke dalam hal-hal seputar konseling dan motivasi diri. WASPADA Online

Himbauan untuk menghentikan kebiasaan merokok mungkin sudah sangat sering kita dengar, dan kebanyakan dari strategi yang ditawarkan selama ini masih terbatas ke dalam hal-hal seputar konseling dan motivasi diri.

Tak heran, usaha ini jarang sekali terlihat keberhasilannya, apalagi, para perokok yang cenderung memiliki aspek kecanduan tak semudah itu menyadarkan dirinya sendiri atas kebiasaan tidak sehat ini. Parahnya, beberapa survei yang pernah dilakukan justru mencatat tingkat kesulitan lebih besar bagi negara-negara berkembang dibandingkan negara maju yang sudah lebih tinggi pula kesadaran penduduknya.

Bukan hanya dari segi frekuensi penggunanya, namun pelakunya juga lebih susah untuk dilarang. Kesulitan ini membuat para periset akhirnya mengalihkan strategi mereka ke arah yang sedikit lebih ekstrim, yakni dengan penggunaan obat mulai dari obat-obatan bertaraf ringan seperti dalam bentuk permen, hingga ke spray bahkan obat-obat oral yang memerlukan petunjuk lebih lanjut dari ahlinya.

Perbedaan Persepsi dan Sulitnya Menghentikan Kebiasaan
Berbagai strategi yang dirancang untuk menghentikan kebiasaan merokok memang jarang menemukan keberhasilan total karena selama ini masih terbatas dalam hal konseling, perencanaan serta meditasi yang belum tentu bisa dilaksanakan dengan baik oleh para penggunanya.

Lagi, promosi kesehatan belum tentu bisa membuka pikiran mereka akan bahaya yang bakal dihadapi nantinya, dan ini berkaitan dengan adanya banyak perbedaan persepsi tentang zat berbahaya dibalik kandungan rokok itu sendiri. Survei lain secara terpisah menyebutkan bahwa di kebanyakan negara rokok sama sekali belum dianggap sebagai masalah kesehatan global dan masih terbatas pada kebiasaan buruk yang bisa mengundang penyakit.

Persepsi tentang efek nikotin sendiri masih belum menemukan keseragamannya bahkan di kalangan para ahli sendiri. Di saat satu riset menemukan persamaan efek addiksinya dengan zat berbahaya lain seperti heroin atau kokain, ri set lain mempublikasikan bahwa kadar paparan nikotin masih jauh lebih rendah dibanding zat tadi.

Benar atau tidak, nikotin dan bermacam-macam kandungan rokok yang memuat beberapa zat berbahaya bagi tubuh memang memiliki efek yang mengancam kesehatan lewat pengaruhnya pada timbunan atau plak pembuluh darah, sistem kerja saraf bahkan yang lebih ekstrim, perkembangan mutasi sel yang sewaktu-waktu bisa berakibat fatal.

Satu hal yang menarik dari salah satu survey menyebutkan bahwa kebanyakan kelompok yang berhasil menghentikan kebiasaannya justru kelompok orang-orang yang atas suatu dorongan mulai dari tuntutan sosial-ekonomi bahkan kehilangan orang terdekatnya akibat penyakit yang dipicu oleh kebiasaan ini menghentikan secara total dan seketika kebiasaan merokok mereka.

Cara yang dikenal dengan istilah ‘cold turkey’ ini terkadang punya efek merugikan juga bagi kesehatan karena kebiasaan yang sudah berlangsung dengan interaksi zat kandungannya pada organ tubuh dari macam-macam efek termasuk kecenderungan ketergantungan tersebut bisa menimbulkan gangguan lain bagi kesehatan seperti kehilangan atau kelebihan nafsu makan, sulit tidur, kecemasan berlebihan, lemas hingga gangguan mental lainnya, sehingga tak jarang, yang Anda dengar dari sebagian ahli cara penghentian yang dianjurkan justru secara bertahap dengan mengurangi jumlah rokok yang dihisap setiap harinya sampai mencapai jumlah minimal dan akhirnya tidak sama sekali. Hal ini sedikit banyaknya masih membuktikan bahwa dorongan motivasi masih bisa jadi cara ampuh untuk menghentikan kebiasaan merokok, meski kecenderungan untuk kembali lagi menjadi pecandu bisa terbuka sewaktu-waktu.

Sementara cara-cara perencanaan tersebut dianggap sangat minim tingkat keberhasilannya, beberapa cara lain lewat terapi alternatif termasuk hipnotis atau penggunaan jarum akupunktur juga masih cukup dipertentangkan, walau masih sedikit lebih menjanjikan dari sekedar motivasi dan konseling.

Reaksi Ketergantungan Terhadap Rokok
Dampak buruk merokok terhadap tubuh jelas sudah sering sekali dibicarakan, namun penelusuran efek ketergantungan dalam menyebabkan kecanduan dan sulitnya menghentikan kebiasaan merokok sebenarnya terletak di sistem kerja otak dan persarafannya, dimana nikotin yang masuk melalui inhalasi rokok tersebut mempengaruhi beberapa reseptor otak yang dise but Nicotinic Acetylcholine Receptors (nAChRs) dalam memicu pengeluaran dopamine yang lebih lanjut menghasilkan rasa nyaman sehingga memerlukan pasokan lebih lagi dari nikotin melalui hisapan rokok selanjutnya.

Mengenal Berbagai Jenis Obat-Obatan Yang Digunakan
Teknologi kedokteran su dah mengenal beberapa jenis obat-obatan yang pernah diteliti bisa membantu menghentikan kebiasaan merokok bagi penderitanya, antara lain yang digunakan selama ini adalah Bupropion SR, kemudian beberapa inovasi lain di luar obat oral seperti permen nikotin, inhaler, patch berikut obat semprot melalui hidung, yang kesemuanya hanya dapat digunakan dengan resep dokter untuk pengawasan penggunaannya lebih lanjut.

Seperti obat-obatan lain, teknologi ini belakangan dianggap belum maksimal dan masih terbentur dengan beberapa kontraindikasi termasuk wanita hamil, ingin hamil, menyusui, usia sebelum 18 tahun dan sebagainya. Penggunaan obat juga masih bergantung pada berat ringannya kebiasaan merokok seseorang.

Celah-celah yang masih menghasilkan beberapa kekurangan dari penggunaannya tadi masih terus dikembangkan oleh para ahli, dan baru-baru ini ada sebuah jenis obat baru yang dipublikasikan bahkan sudah digunakan di beberapa negara termasuk Indonesia dalam waktu yang masih tergolong singkat dengan cara kerja yang sudah dijelaskan lewat reaksi ketergantungan tadi.

Obat yang dikenal dengan nama Varenicline tersebut sekarang mulai banyak digunakan dalam usaha menghentikan kebiasaan merokok, dengan alur kerja menggantikan nikotin dalam ikatannya terhadap reseptor otak. Dengan pengambilalihannya, pelepasan dopamin akan berkurang sehingga rasa nyaman sebagai latar belakang timbulnya keinginan merokok lagi tadi akan berkurang.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: